satu bulan terakhir ini, salah satu berita terheboh yang disampaikan media massa adalah penemuan tempat mendaur ulang makanan busuk yang notabenenya adalah sampah menjadi makanan yang "bisa" dimakan lagi..hiiiii.....beberapa sudut ibu kota negara ternyata menyembunyikan kedasyatan perjuangan beberapa orang cerdas yang "kreatif" untuk mempertahankan hidupnya. kreatif karena betapa dasyatnya kecerdasan mereka hingga mampu mengolah sampah menjadi makanan. tidak harus menuding media massa yang mencoba mendramatis beritanya demi mendapatkan rating tertinggi, atau menunjuk penyelenggara negara sebagai pihak yang paling bertanggung jawab karena tidak memperhatikan rakyat, terlebih menuduh kemiskinan sebagai penyebabnya...tidak harus begitu....karena.....makan adalah salah satu hakikat makhluk hidup, termasuk manusia. ketika merasa lapar secara naluriah pasti muncul rangsangan untuk memenuhi tuntutan rasa lapar itu. tuntutan inilah yang akan menjadi nahkoda kemana otak akan memberi perintah ke organ tubuh lainnya demi memuaskan lapar itu sendiri. bagaimana cara agar otak mampu memunculkan rangsangan positif, salah satunya dengan pendidikan....dengan sekolah......karena di sekolah ada pendidikan yang mengantarkan kepada kecerdasan intelegensi, kecerdasan spritual dan kecerdasan budi pekerti...jadi kalo anda ada yang "mampir" dan membaca tulisan ini..ah..jangan berpikir yang muluk-muluk yaaa...sederhana saja...karena orang bersekolah berarti dia adalah orang yang berpendidikan. orang yang berpendidikan adalah orang yang berani hidup dengan baik dan benar. orang yang berani hidup adalah orang yang tidak miskin.....tidak harus melacur, korupsi, membunuh, makan sampah, dsb....pertanyaannya bagaimana dengan orang yang sudah mengenyam sekolah tetapi masih "kencing berlari"....hehehe
ps : hormat saya untuk para guru yang setia berbakti tanpa pamrih
ps : hormat saya untuk para guru yang setia berbakti tanpa pamrih
