Rabu, 10 September 2008

sudah tradisi......

Ehhmm..meminjam kata dari sebuah iklan makanan ringan untuk topik tulisan ini....boleh ya..memasuki pertengahan Ramadhan, sebagian masyarakat mulai dihebohkan dengan persiapan menghadapi hari raya Idul Fitri. beberapa tayangan ditelevisi memuat berita tentang perjuangan orang-orang yang rela antri demi mendapatkan karcis kereta untuk pulang ke kampung halamannya. pusat-pusat perbelanjaan pasang harga murah kalau perlu saling mengadu harga dengan memberikan diskon sebanyak mungkin.tidak ketinggalan para ibu juga mulai mempersiapkan aneka sajian khas Idul Fitri.ketika waktu mudik tiba, seolah tidak ingin melewatkan waktu berkumpul dengan orang-orang tersayang, para pemudik yang notabene adalah kaum urban, berlomba-lomba untuk pulang ke kampung masing-masing demi menikmati sebuah momen yang berharga.
gambaran di atas hanya sedikit dari banyaknya kesibukan masyarakat dalam menyambut datangnya Idul Fitri. inilah yang saya sebut tradisi.....sekedar mengingat pengalaman pribadi, saya pernah berdesakan dengan pemudik lainnya demi bertemu dengan keluarga yang saya sayangi. setiap Idul Fitri datang, masakan ibu adalah kelezatan yang akan terus terasa di lidah saya.pakaian yang baru...wah jangan ditanya deh.tidak lupa beberapa sanak keluarga yang bersilaturahmi menghadiahkan salam tempelnya hehehe...kembali lagi, inilah tradisi besar bangsa ini...disini saya kiranya tidak harus memberikan definisi tradisi itu sendiri yach...apa yang ingin saya sampaikan adalah ketika sebagaian dari kita larut dalam kesucian Ramadhan dan Idul Fitri..puasa,mudik,silahturahmi,ketupat,opor ayam,baju baru,salam tempel, dsbnya, ibadah puasa ikut-ikutan menjadi tradisi juga..ini yang repot ya too..kenapa bisa yaa..ah saya ndak mau berpendapat neko-neko..perenungan saya, ketika segala urusan Idul Fitri sudah lewat, puasa juga tidak meninggalkan bekasnya...contohnya seperti apa rasanya kurang etis kalau saya sampaikan..meskipun begitu, toh tidak semua orang kehilangan makna puasanya karena ada juga yang merasakan indahnya berkah ketika Ramadhan dan Idul Fitri hadir di tengah kehidupan kita.mudah-mudahan setelah Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2008 ini sudah kita lewati.... saya, anda, kita semua bisa belajar lagi hingga pada akhirnya puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, Idul Fitri bukan hanya silahturahmi.... bukan hanya rutinitas tahunan, sekedar tradisi dari sebuah bangsa yang kaya sekaligus cerdas mengolah budayanya
semoga

Tidak ada komentar: